Hari Yang Bersalju Ezra Jack Keats, terjemahan oleh Bayumurti Dwi Akoso, sponsored yayasanhalim.org 2016

Pada suatu pagi di musim dingin, Peter terbangun dan melihat keluar jendela kamarnya. Salju telah turun tadi malam. Salju menutupi semuanya, sejauh yang bisa dia lihat.

Setelah sarapan dia mengenakan baju saljunya dan lari keluar. Salju telah ditumpuk sangat tinggi sepanjang jalan, untuk memberikan tempat untuk berjalan.

Kres, kres, kres, kakinya tenggelam ke dalam salju. Dia berjalan dengan jari kakinya mengarah keluar, seperti ini:

Dia berjalan dengan jari kakinya mengarah ke dalam, seperti itu:

Kemudian dia menyeret kakinya dengan sangat perlahan, untuk membuat jejak. Dan dia menemukan sesuatu yang menyembul keluar dari salju, yang membuat jejak baru.

Itu adalah sebatang kayu. Sebatang kayu yang sangat pas untuk memukul sebuah pohon yang tertutup oleh salju.

Salju terjatuh - plop! tepat di atas kepala Peter.

Dia berpikir bahwa akan sangat menyenangkan bila dia bergabung dengan anak-anak yang lebih besar dalam pertarungan bola salju mereka. Tapi Peter tahu dia belum cukup umur.

Jadi dia pun membuat sebuah pria salju yang tersenyum, dan dia membuat figur-figur malaikat.

Dia berpura-pura menjadi seorang pendaki gunung. Dia mendaki ke atas tumpukan salju besar yang tinggi menggunung - kemudian meluncur ke bawah.

Dia mengambil segenggam penuh salju. Dan lagi, dan lagi. Dia membuatnya menjadi bulat dan padat, lalu menaruhnya di saku untuk besok. Kemudian, dia masuk ke rumahnya yang hangat.

Dia bercerita kepada ibunya tentang semua petualangannya, saat ibunya sedang melepas kaus kakinya yang basah.

Dan dia memikirkan petualangannya, dan terus memikirkannya.

Sebelum tidur Peter melihat ke dalam sakunya. Sakunya kosong. Bola salju itu tidak ada. Dia pun merasa sangat sedih.

Saat dia tidur, dia memimpikan bahwa matahari telah melelehkan semua salju itu.

Tapi ketika dia terbangun, mimpi itu hilang. Salju masih ada dimana-mana. Salju baru sedang turun dari langit!

Setelah sarapan dia memanggil temannya dari seberang lorong, dan mereka lalu pergi bersama ke dalam salju yang sangat sangat dalam.