Beri Jalan Untuk Anak-anak Bebek
oleh McCloskey, Robert
Terjemahan oleh Bayumurti Dwi Akoso, sponsed yayasanhalim.org 2016

 

Pak dan Bu Mallard sedang mencari tempat tinggal. Tapi setiap Pak Mallard melihat sebuah tempat yang kelihatannya bagus, Bu Mallard berkata bahwa tempat itu tidak bagus. Pasti ada rubah di hutan dan kura-kura di air, dan dia tidak ingin membangun keluarga di tempat yang mungkin ada rubah atau kura-kuranya. Jadi, mereka terbang dan terus terbang.

 Ketika mereka tiba di Boston, mereka merasa sudah terlalu letih untuk terbang lebih jauh. Di sana ada kolam yang bagus di Taman Umum, dengan sebuah pulau kecil di situ. "Di sini kita akan bermalam," kata Pak Mallard. Lalu mereka terbang turun.

 Keesokan harinya, mereka memancing untuk sarapan di lumpur yang terletak di dasar kolam. Tapi, mereka tidak dapat menemukan banyak.

 Tepat ketika mereka sedang bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan, ada burung berukuran sangat besar yang lewat. Burung itu mendorong sebuah perahu yang penuh dengan orang, dan ada seorang pria yang duduk di punggungnya. "Selamat pagi," sapa Pak Mallard dengan sopan. Burung besar itu terlalu sombong untuk menjawab. Tapi orang-orang di perahu itu melemparkan kacang ke air, jadi Pak dan Bu Mallard mengikuti mereka mengelilingi kolam dan mendapatkan sarapan lagi, yang lebih baik dari yang pertama.

 "Aku suka tempat ini," kata Bu Mallard ketika mereka memanjat keluar di pinggir kolam dan mulai berjalan. "Kenapa kita tidak membuat sarang dan membesarkan anak-anak kita di kolam ini?" Tidak ada rubah dan kura-kura, dan orang-orang memberi makan kita dengan kacang. Apa yang bisa lebih baik dari itu?"

"Bagus," kata Pak Mallard, yang gembira karena akhirnya Bu Mallard menemukan tempat yang cocok untuk dia. Tapi-

 "Awas!" kata Bu Mallard, dengan gemetaran. "Kamu bisa terlindas!" Dan ketika dia sudah mengambil nafas, dia menambahkan: "Ini bukan tempat untuk bayi, dengan segala hal mengerikan yang berlalu-lalang dengan cepat. Kita harus mencari tempat lain."

 Lalu mereka terbang di atas Bukit Beacon dan mengelilingi Gedung Negara, tapi tidak ada tempat di sana.

Mereka mencari di Lapangan Louisburg, tapi tidak ada air untuk berenang di sana.

 Lalu mereka terbang di atas Sungai Charles. "Ini lebih baik," kata Pak Mallard. "Pulau itu kelihatan seperti tempat yang tenang dan bagus, dan tidak jauh dari Taman Umum." "Ya," kata Bu Mallard, karena dia mengingat kacang-kacang yang bisa didapatkan di sana. "Itu kelihatannya seperti tempat yang pas untuk menetaskan anak-anak bebek."

Lalu mereka memilih tempat yang nyaman di antara semak-semak dekat dengan air dan menetap untuk membuat sarang mereka. Dan itu adalah waktu yang sangat tepat, karena bulu mereka mulai rontok. Semua bulu sayap mereka yang lama mulai berjatuhan, dan mereka tidak akan bisa terbang sampai bulu sayap yang baru tumbuh.

Tapi tentu saja mereka tetap bisa berenang, dan pada suatu hari, mereka berenang ke taman di pinggir sungai, dan bertemu dengan seorang polisi bernama Michael. Michael memberi mereka makan kacang, dan setelah itu, pasangan bebek Mallard mengunjunginya setiap hari.

Setelah Bu Mallard menelurkan delapan butir telur di sarang, dia tidak bisa mengunjungi Michael lagi, karena dia harus tetap duduk untuk membuat telur-telurnya tetap hangat. Dia berdiri dari sarangnya hanya untuk minum air saja, atau untuk makan siang, atau untuk menghitung telur-telurnya untuk memastikan bahwa semuanya ada di sana.

Suatu hari anak-anak bebek menetas. Pertama Jack, lalu Kack, lalu Lack, lalu Mack, dan Nack, dan Ouack, dan Pack dan Quack. Pak dan Bu Mallard merasa sangat bangga. Merawat begitu banyak anak bebek adalah tanggungjawab yang besar, dan membuat mereka sangat sibuk.

 Pada suatu hari Pak Mallard memutuskan untuk berjalan-jalan untuk melihat-lihat seperti apa bagian lain dari sungai itu. Dan dia pun berangkat. "Aku akan bertemu denganmu seminggu lagi, di Taman Umum," dia berkata sambil menoleh ke belakang. "Rawat anak-anak bebek kita dengan baik."

"Kamu tidak usah khawatir," kata Bu Mallard. "Aku tahu semua tentang membesarkan anak." Dan dia memang tahu.

Dia mengajari anak-anaknya bagaimana cara berenang dan menyelam.

Dia mengajari anak-anaknya untuk berjalan berbaris, untuk datang saat mereka dipanggil, dan untuk menjaga jarak dengan sepeda dan skuter, dan hal-hal lain yang mempunyai roda.

Ketika akhirnya Bu Mallard merasa sangat puas dengan anak-anaknya, pada suatu pagi dia berkata: "Ayo anak-anak. Ikuti aku." Dengan sangat cepat, Jack, Kack, Lack, Mack, Nack, Ouack, Pack, dan Quack langsung berbaris dengan rapi, sesuai dengan latihan mereka selama ini. Bu Mallard memimpin mereka masuk ke air dan mereka berenang di belakang ibu mereka ke tepi sungai yang berseberangan.

Kemudian mereka mengarungi sungai sampai ke daratan dan berjalan-jalan sampai mereka tiba di jalan raya.

Bu Mallard melangkah untuk menyeberangi jalan. "Honk, honk!" suara klakson mobil-mobil yang berjalan dengan cepat berbunyi. "Quack!" seru Bu Mallard terkejut sambil mundur lagi. "Quack! Quack! Quack! Quack!" seru Jack, Kack, Lack, Mack, Nack, Ouack, Pack, dan Quack, sekeras yang mereka bisa. Mobil-mobil itu tetap saja berjalan lalu-lalang dengan cepat dan membunyikan klakson, dan Bu Mallard dan anak-anaknya juga tetap berteriak "Quack! Quack! Quack! Quack!" tanpa henti.

Mereka membuat suara yang sangat berisik sampai Michael berlari mendatangi mereka, sambil melambaikan tangannya dan meniup peluitnya.

 Dia lalu berdiri di tengah jalan, menaikkan satu tangan untuk menghentikan lalu lintas, dan memberikan isyarat dengan tangan yang satunya, seperti layaknya seorang polisi, yang memberikan jalan supaya Bu Mallard bisa menyeberang jalan.

 Begitu Bu Mallard dan anak-anaknya berhasil tiba di seberang jalan dengan selamat dan meneruskan perjalanan mereka menuju Jalan Gunung Vernon, Michael buru-buru berlari kembali ke pos polisinya.

Dia lalu menelepon Clancy di markas besar dan berkata: "Ada sekeluarga bebek yang sedang berjalan-jalan di jalanan!" Clancy berkata: "Keluarga apa?" "Bebek!" teriak Michael. "Kirimkan sebuah mobil polisi, cepat!"

Sementara itu, Bu Mallard sudah sampai di Toko Buku Pojok dan berbelok menuju Jalan Charles, dengan Jack, Kack, Lack, Mack, Nack, Ouack, Pack, dan Quack semuanya berbaris di belakangnya.

 Semua orang memandang ke arah mereka. Seorang wanita tua dari Bukit Beacon berkata : "Bukankah itu mengagumkan?" dan pria yang menyapu jalan berkata: "Wah, tidak kah itu bagus!" dan ketika Bu Mallard mendengar perkataan mereka dia merasa sangat bangga, lalu mendongakkan hidungnya ke udara dan terus berjalan dengan langkah yang lebih mantap.

Ketika mereka sampai di sudut Jalan Beacon, ada mobil polisi dengan empat orang polisi yang telah dikirim oleh Clancy dari markas besar. Para polisi itu menghentikan arus lalu lintas sehingga Bu Mallard dan anak-anaknya dapat berbaris menyeberangi jalan.

dan masuk ke Taman Umum.

Dari dalam pagar mereka semua menoleh ke belakang untuk berterima kasih kepada para polisi tadi. Para polisi itu tersenyum dan melambaikan tangan mereka.

Ketika mereka sampai di kolam dan berenang ke pulau kecil yang ada di tengahnya, sudah ada Pak Mallard yang menunggu mereka, seperti yang sudah dia janjikan.

Anak-anak bebek sangat menyukai pulau baru itu sehingga mereka memutuskan untuk tinggal di situ. Sepanjang hari mereka berenang mengikuti perahu angsa sambil makan kacang.

Dan ketika malam tiba, mereka berenang ke pulau kecil mereka lalu tidur.

~ Achir ~