Ayam Merah -  Narasi oleh Sharon Blumberg
terjemahan  Bayumurti Dwi Akoso

Ayam Merah menemukan satu biji gandum.

"Siapa yang akan menanam ini?" tanyanya.

"Bukan aku," kata si kucing.

"Bukan aku," kata si angsa.

"Bukan aku," kata si tikus.

"Kalau begitu aku yang akan menanamnya," kata Ayam Merah.

Lalu si Ayam Merah mengubur biji gandum itu di tanah. Setelah waktu yang cukup lama, biji itu tumbuh menjadi kuning dan matang.

"Gandum itu sudah matang sekarang," kata Ayam Merah. "Siapa yang akan memotong dan merontokkannya?"

"Bukan aku," kata si kucing.

"Bukan aku," kata si angsa.

"Bukan aku," kata si tikus.

"Kalau begitu aku yang akan melakukannya," kata Ayam Merah.

Lalu dia memotongnya dengan paruhnya, dan merontokkannya dengan sayapnya. Kemudian dia bertanya, "Siapa yang akan membawa gandum ini ke penggilingan?"

"Bukan aku," kata si kucing.

"Bukan aku," kata si angsa.

"Bukan aku," kata si tikus.

"Kalau begitu aku yang akan melakukannya," kata Ayam Merah.

Dia lalu membawa gandum itu ke penggilingan, dan di sana gandum itu digiling. Lalu, dia membawa tepung itu pulang ke rumah.

"Siapa yang akan membuatkan roti untukku dengan tepung ini?" tanyanya.

"Bukan aku," kata si kucing.

"Bukan aku," kata si angsa.

"Bukan aku," kata si tikus.

"Kalau begitu aku yang akan membuatnya," kata Ayam Merah.

Dia lalu membuat dan memanggang roti itu.

Lalu dia berkata, "Sekarang kita lihat siapa yang akan memakan roti ini."

"Kami akan memakannya," kata si kucing, angsa, dan tikus.

"Aku yakin kalian mau," kata Ayam Merah, "jika saja kalian bisa mendapatkannya."

Dia lalu memanggil anak-anak ayamnya, dan mereka  semua menghabiskan roti itu. Tidak ada yang tersisa untuk si kucing, atau si angsa, atau si tikus.

~TAMAT~