Chapter 1 Angin Topan

Dorothy tinggal bersama Bibi Em dan Paman Henry di sebuah peternakan kecil di Kansas.

Rumah mereka yang kecil berdiri sendiri di padang rumput yang luas dan datar. Dorothy hanya mempunyai satu teman, yaitu Toto anjingnya. Dia adalah seekor anjing hitam kecil yang suka melompat dan bermain.

Pada suatu hari ketika Dorothy dan Toto sedang bermain, mereka mendengar suara badai yang dahsyat. Suara angin menderu dan debu membuat pusaran angin di udara. Dorothy merasa ketakutan.

Paman Henry berhenti bekerja dan berteriak, "Ada angin topan datang, lari menuju gudang bawah tanah!"

Angin topan adalah badai yang sangat buruk. Bahkan si kecil Toto pun ingin melarikan diri. Dia melompat dari pelukan Dorothy, dan berlari masuk ke rumah, dan bersembunyi di bawah tempat tidur. Dorothy mengikutinya ke dalam rumah. Lalu ada hal yang aneh terjadi. Rumah itu berputar putar. Lalu naik ke udara! Toto lari keluar dari bawah tempat tidur dan menggonggong dengan keras.

Keadaannya sangat gelap dan rumah itu bergoyang kesana kemari. Dorothy membawa Toto di pelukannya dan mendengarkan suara angin. Dia sangat ketakutan. Bibi Em dan Paman Henry aman di gudang bawah tanah. Dia sendirian. Beberapa jam telah berlalu. Rumah itu terlempar dan terbalik di dalam badai. Akhirnya Dorothy menutup matanya dan tertidur.
Chapter 2 Para Munchkins

Setelah waktu yang lama, Dorothy terbangun. Keadaan di sekitarnya sangat sunyi. Cahaya matahari yang terang masuk melalui jendela. Toto menekankan hidungnya yang dingin ke wajah Dorothy. "Di mana aku?" tanya Dorothy. "Apa yang terjadi kepada Paman Henry dan Bibi Em?"

Dia berlari menuju ke pintu dan melihat tanah magis di luar. Di sekitarnya ada pohon-pohon yang hijau dan bunga-bunga yang penuh warna. Burung-burung kecil berwarna ungu bernyanyi sambil terbang dari pohon yang satu ke pohon yang lainnya. Dorothy belum pernah melihat tempat yang seindah itu.

Tiba-tiba dia mendengar suara kecil yang berkata, "Selamat datang di tanah para Munchkins."

Dorothy berbalik dan melihat ada tiga orang pria dan satu orang wanita berdiri membentuk lingkaran. Mereka ukurannya sama dengan Dorothy tapi mereka terlihat seperti orang dewasa. Mereka memakai topi dengan ujung yang mengerucut yang menjulang sekitar satu kaki di atas kepala mereka. Lonceng-lonceng kecil berbunyi ketika mereka bergerak. Para pria memakai jas aneh berwarna biru, dan mempunyai jenggot putih panjang. Sedangkan si wanita memakai gaun panjang yang ditaburi dengan bintang-bintang. Si wanita lalu berkata dengan suara yang manis, "Bagaimana kami bisa berterima kasih kepadamu karena sudah membunuh Penyihir Jahat dari Timur? Kamu telah membebaskan kami!"

Dorothy terkejut.
"Pasti ada suatu kesalahan," kata Dorothy. "Aku tidak membunuh siapapun."

Wanita kecil itu lalu menunjuk ke rumah itu.

"Lihat, rumahmu mendarat di atas Penyihir itu. Itu adalah kedua kakinya yang menjulur keluar dari bawah blok kayu."

"Astaga!" teriak Dorothy. "Aku minta maaf."

"Tidak ada yang bisa kamu lakukan," kata wanita itu. "Dia adalah Penyihir yang sangat jahat, dan dia telah membuat para Munchkins menjadi budaknya selama bertahun-tahun. Sekarang, berkat dirimu, kami semua bebas!"

"Apakah kamu seorang Munchkin?" tanya Dorothy.

"Bukan," jawab wanita itu. "Aku adalah Penyihir Baik dari Utara."

Dorothy belum pernah mendengar tentang penyihir yang baik. Tapi wanita yang baik hati itu menjelaskan bahwa Dorothy sekarang berada di Negeri Oz. Di Negeri Oz ada empat orang penyihir. Para penyihir yang tinggal di Utara dan Selatan adalah penyihir yang baik, dan orang-orang menyukai mereka. Tapi para penyihir yang tinggal di Timur dan Barat jahat.

"Sekarang kamu sudah membunuh Penyihir Jahat dari Timur," kata wanita yang lemah lembut itu. "Hanya tinggal satu orang Penyihir Jahat yang masih hidup."
Sekarang Dorothy mengerti. Dia merasa senang karena telah menolong para Munchkins, tapi dia ingin kembali ke Kansas dan menemui Paman Henry dan Bibi Em.

Para penyihir yang baik dan para Munchkins belum pernah mendengar tentang Kansas. Dorothy berada sangat sangat jauh dari rumah. Dia mulai menangis. Dia merasa kesepian di negeri yang aneh itu.

Ketika Penyihir yang Baik melihat Dorothy menangis, dia melepas topinya dan menyeimbangkan ujungnya di ujung hidungnya. Dia menghitung sampai tiga. Topi itu berubah menjadi sebuah batu tulis. Di batu tulis itu tertulis, "Biarkan Dorothy pergi ke Kota Zamrud."

Dorothy menghapus air matanya.

"Kamu harus pergi ke Kota Zamrud. Mungkin Penyihir Oz bisa membantumu," kata Penyihir Baik itu.

"Siapa itu Penyihir Oz?" tanya Dorothy.

"Dia adalah penyihir yang hebat," jawab Penyihir Baik.

"Dia lebih kuat dibandingkan kami semuanya. Dia tinggal di Kota Zamrud. Hanya dia yang bisa membantumu untuk kembali ke Kansas."

"Bagaimana aku bisa ke Kota Zamrud?" tanya Dorothy.
"Kamu harus berjalan," jawab Penyihir Baik itu. "Kamu akan menemukan Jalan Bata Kuning. Ikuti jalan itu dan kamu akan menemukan Penyihir Oz."

Penyihir Baik itu mencium dahi Dorothy. Itu adalah ciuman yang penuh dengan magis, dan meninggalkan bekas yang bundar dan bersinar. Itu akan melindungi Dorothy dalam perjalanannya yang panjang. Para Munchkins memberi Dorothy sandal perak yang tadinya dipakai oleh Penyihir Jahat dari Timur. Sandal itu mempunyai keajaiban yang spesial, tapi tidak ada yang tahu apa persisnya.

Dorothy memakai sandal perak itu, melambaikan tangan kepada teman-teman barunya, lalu dia dan Toto memulai perjalanan mereka ke Kota Zamrud. 
Chapter 3 Orang-orangan Sawah

Dorothy dan Toto menyusuri Jalan Bata Kuning sejauh bermil-mil. Setelah beberapa saat, mereka berhenti di samping sebuah ladang jagung yang luas dan duduk untuk beristirahat. Tidak terlalu jauh dari tempat itu, Dorothy dapat melihat sebuah Orang-orangan Sawah. Benda itu ditempatkan pada sebuah tiang yang tinggi sehingga dia bisa menakuti burung-burung supaya tidak memakan jagung yang sudah matang. Kepala Orang-orangan Sawah itu merupakan sebuah karung kecil yang diisi dengan jerami. Seseorang telah melukisnya dengan wajah yang terdiri dari mata, hidung, dan mulut. Benda itu memakai jas biru dan memakai sepatu bot tua, dan sebuah topi biru dengan ujung yang mengerucut.

Ketika Dorothy sedang melihat ke arah Orang-orangan Sawah itu, dia terkejut karena melihat salah satu dari matanya mengedip ke arahnya. Orang-orangan Sawah itu juga menganggukkan kepalanya ke arahnya. Dorothy lalu berjalan mendekatinya.

"Selamat siang," kata Orang-orangan Sawah itu.

"Apakah kamu baru saja berbicara?" tanya Dorothy.

"Tentu saja," jawab Orang-orangan Sawah. "Bagaimana kabarmu?"

"Aku cukup baik, terima kasih," jawab Dorothy. "Bagaimana kabarmu?"

"Aku merasa kurang sehat," kata Orang-orangan Sawah. Tiang ini menusuk belakang punggungku, dan aku tidak bisa turun."

Dorothy menggapai ke atas dan mengangkat benda itu turun dari tiangnya. Karena dia terbuat dari jerami, dia sangat ringan.
"Terima kasih banyak," kata Orang-orangan Sawah itu. "Aku merasa seperti pria yang baru."

Semua ini terasa sangat aneh bagi Dorothy. Dia belum pernah melihat Orang-orangan yang bisa berjalan dan berbicara.

"Siapa kamu dan kemana kamu hendak pergi?" tanya Orang-orangan Sawah itu.

"Namaku Dorothy," jawabnya, "dan aku akan pergi ke Kota Zamrud untuk meminta supaya Oz Yang Hebat mengirimku kembali ke Kansas."

Tapi Orang-orangan Sawah itu belum pernah mendengar Oz Yang Hebat atau Kota Zamrud. Dengan sedih dia menjelaskan kepada Dorothy bahwa kepalanya hanya berisi jerami, jadi dia tidak punya otak. Dorothy merasa kasihan kepada Orang-orangan Sawah yang bersedih itu.

"Menurutmu," tanya Orang-orangan Sawah itu, "jika aku ikut ke Kota Zamrud denganmu, apakan Oz Yang Hebat akan memberiku otak?"

"Aku tidak tahu," jawabnya, "tapi kamu boleh ikut denganku. Jika Oz tidak mau memberimu otak, kondisimu juga tidak akan lebih buruk dari sekarang."

Orang-orangan Sawah itu mengangguk setuju, dan bergabung dengan Dorothy dan Toto dalam perjalanan mereka menuju Kota Zamrud.
Chapter 4 Pria Kaleng

Setelah beberapa jam, jalanan mulai berat untuk dilalui. Berjalan menjadi lebih sulit, dan Orang-orangan Sawah jatuh berkali-kali. Tapi karena dia terbuat dari jerami, dia tidak terluka.

Tidak lama kemudian siang hari mulai pudar, dan langit menjadi sangat gelap. Dorothy tidak bisa melihat sama sekali, tapi Orang-orangan Sawah berkata bahwa dia dapat melihat dalam kegelapan sejelas siang hari. Dorothy memintanya untuk berhenti ketika dia melihat sebuah rumah, karena dia sangat lelah.

Setelah beberapa waktu, Orang-orangan Sawah itu berhenti:

"Aku melihat sebuah pondok yang terbuat dari batang-batang kayu dan ranting. Haruskah kita kesana?"

"Oh iya!" jawab Dorothy, "Aku sangat sangat lelah."

Ketika mereka sampai di pondok itu, Dorothy tertidur dengan Toto di sampingnya. Orang-orangan Sawah, yang tidak pernah membutuhkan tidur, berdiri di pojok dan menanti datangnya pagi.

Ketika matahari terbit, Dorothy terbangun karena mendengar suara mengerang. Suara itu tampaknya datang dari suatu tempat di dalam hutan. Dorothy melihat sesuatu yang bersinar tidak jauh dari tempatnya berdiri. Ketika dia berjalan lebih jauh ke dalam hutan itu, dia melihat sesuatu yang luar biasa. Di samping sebuah pohon yang besar, berdirilah seorang pria yang terbuat dari kaleng. Dia membawa sebuah kapak di tangannya. Dorothy melihat ke arah pria itu dengan takjub.
"Apakah kamu tadi mengerang?" tanya Dorothy.

"Iya," jawab Pria Kaleng itu.

"Aku sudah mengerang cukup lama, tapi tidak pernah ada yang datang untuk menolongku."

"Apa yang bisa aku lakukan untukmu?" tanya Dorothy.

"Ambilkan kaleng oli dan lumasi persendianku," jawab Pria Kaleng itu. "Persendianku sangat berkarat dan aku tidak bisa bergerak."

Dorothy berlari kembali ke pondok dan menemukan sebuah kaleng oli. Pria Kaleng itu memberitahunya di mana saja dia harus memberikan oli itu. Dalam hanya beberapa menit kemudian, Pria Kaleng itu sudah bisa bergerak kembali.

"Bagaimana aku bisa berterima kasih kepadamu?" katanya. "Aku bisa saja berdiri di hutan itu selama bertahun-tahun jika kamu tidak menyelamatkanku. Bagaimana kamu bisa sampai di sini?"

Dorothy menjelaskan bahwa dia, Toto, dan Orang-orangan Sawah sedang dalam perjalanan menuju Kota Zamrud untuk menemui Oz Yang Hebat. Ketika dia menceritakan hal itu, Pria Kaleng mulai berpikir.
"Menurutmu, apakah Oz bisa memberiku hati?" tanya Pria Kaleng itu. "Penyihir Jahat dari Timur memantraiku ketika aku sedang di sini memotong kayu. Dia mengubahku menjadi kaleng dan mengambil hatiku."

Dorothy berpikir sejenak.

"Aku pikir dia bisa," jawabnya. "Itu akan semudah memberi Orang-orangan Sawah otak."

Lalu Pria Kaleng itu mengambil kapak dan kaleng olinya, dan bergabung dengan teman-teman barunya dalam perjalanan menuju Oz.
Chapter 5 Singa Pengecut

Ketika Dorothy dan teman-temannya melanjutkan perjalanan mereka melewati hutan, mereka mendengar suara auman yang menyeramkan. Kemudian, seekor Singa berlari ke jalan. Dorothy dan kedua temannya merasa sangat ketakutan, tapi Toto kecil berlari ke depan dan menggonggong ke arah singa itu.

Ketika Singa itu melihat anjing kecil itu, dia membuka mulutnya seakan-akan hendak menggigitnya. Dorothy kemudian menjadi sangat marah, dia lalu maju ke depan dan menampar hidung Singa itu.

"Jangan berani-berani menggigit Toto!" teriaknya.

"Kamu harusnya merasa malu, Singa besar seperti dirimu, mencoba untuk menggigit seekor anjing kecil!"

"Aku tidak menggigitnya," kata Singa itu sambil mengusap hidungnya dengan cakarnya.

"Tidak, tapi kamu mencoba," jawab Dorothy. "Kamu adalah pengecut!"

Singa itu menunduk malu. Dia lalu mengaku kepada Dorothy dan teman-temannya bahwa walaupun dia seharusnya adalah Raja Para Hewan, dia sebenarnya pengecut. Air mata berukuran besar jatuh dari matanya ketika dia menceritakan kisah sedihnya. Singa yang malang itu takut hampir kepada apapun dan siapapun.
Orang-orangan Sawah berhenti sejenak lalu menggaruk kepala jeraminya. Lalu dia berkata:

"Aku akan ke Kota Zamrud untuk meminta Oz Yang Hebat untuk memberiku otak. Mungkin Oz bisa memberimu keberanian."

Singa itu menghapus air matanya.

"Jika aku mempunyai keberanian, aku akan benar-benar bisa menjadi Raja Para Hewan."

Dorothy, Orang-orangan Sawah, dan Pria Kaleng lalu mengajak Singa itu untuk bergabung dalam perjalanan mereka menuju Kota Zamrud. Singa itu setuju, dan mereka pun melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Bata Kuning menuju rumah Oz Yang Hebat.
Chapter 6 Padang Poppy Yang Mematikan

Malam itu, Dorothy dan teman-temannya berkemah di bawah sebuah pohon besar di dalam hutan. Pria Kaleng memotong kayu dengan kapaknya, sehingga Dorothy bisa membuat api unggun. Singa berburu makanan, dan Orang-orangan Sawah mencari kacang serta buah berry.

Setelah beberapa hari, mereka melewati hutan itu dan sampai ke sebuah daerah yang indah dan cerah. Hal pertama yang mereka lihat adalah hamparan bunga poppy yang sangat luas. Poppy adalah bunga yang cantik, tapi ketika jumlahnya sangat banyak, baunya menjadi sangat kuat dan siapapun yang menciumnya akan tertidur. Dorothy tidak tahu hal ini, dan tidak lama kemudian matanya menjadi berat dan dia duduk untuk beristirahat.

Pria Kaleng berusaha untuk membangunkannya. Dia berteriak:

"Tidak ada waktu untuk beristirahat. Kita harus bergegas dan kembali ke Jalan bata Kuning sebelum gelap."

Tapi Dorothy sudah tertidur lelap. Karena Pria Kaleng dan Orang-orangan Sawah tidak terbuat dari daging, aroma bunga poppy tidak membuat mereka menjadi mengantuk.   
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Pria Kaleng. "Bagaimana kita bisa kembali ke jalan menuju Oz? Kalau kita tinggalkan Dorothy di sini dia pasti tidak akan selamat."

Orang-orangan Sawah mempunyai sebuah ide. Dia menyuruh Singa untuk berlari dengan cepat melewati padang bunga itu, sehingga dia bisa menghindari bunga-bunga yang mematikan itu. Lalu dia dan Pria Kaleng bisa menggendong Dorothy dan Toto keluar dari padang bunga poppy itu.

Pria Kaleng dan Orang-orangan Sawah membuat sebuah kursi dengan tangan mereka, dan menggendong Dorothy perlahan-lahan melewati padang bunga itu.

Setelah beberapa saat, mereka tiba di sebuah tikungan di sungai. Di sana, Singa terbaring tertidur dengan lelap. Aroma dari bunga-bunga poppy terlalu kuat sehingga hewan yang besar itu pun menyerah dan tertidur.

Orang-orangan Sawah dan Pria Kaleng merasa sangat sedih. Mereka tidak mampu menggendong Singa itu karena dia sangat berat, jadi mereka terpaksa meninggalkan dia tertidur di sana.
Chapter 7 Ratu Tikus Ladang

Orang-orangan Sawah dan Pria Kaleng duduk di tepi sebuah sungai dan menunggu Dorothy terbangun.

"Sekarang kita pasti sudah dekat dengan Jalan Bata Kuning," kata Orang-orangan Sawah, "tapi menurutmu ke arah mana kita harus pergi?"

Pria Kaleng akan menjawab, ketika dia mendengar suara menggeram. Dia menoleh dan melihat kucing liar besar berwarna kuning berlari ke arahnya. Mulutnya terbuka, memperlihatkan dua baris gigi yang tajam dan jelek. Matanya yang berwarna merah bersinar seperti bola api. Kucing liar itu sedang mengejar tikus ladang kecil yang berwarna abu-abu. Walaupun dia tidak mempunyai hati, Pria Kaleng tahu bahwa kucing liar itu tidak boleh membunuh hewan yang kecil itu.

Pria Kaleng lalu mengangkat kapaknya, dan ketika kucing liar itu lewat, dia mengayunkannya dengan cepat dan memotong kepalanya.

"Oh, terima kasih, terima kasih banyak karena sudah menyelamatkan hidupku," kata tikus ladang itu dengan suaranya yang mendecit.

"Terima kasih kembali," kata Pria Kaleng. "Walaupun aku tidak punya hati, aku sangat berhati-hati untuk membantu siapapun yang membutuhkan teman, bahkan jika dia hanyalah seekor tikus."
Tikus kecil itu kelihatan terkejut.

"Wah, aku adalah Ratu - Ratu dari semua Tikus Ladang. Dan karena kamu sudah menyelamatkan hidupku, aku berhutang budi kepadamu."

Tapi Pria Kaleng tidak bisa memikirkan apa yang tikus kecil itu bisa lakukan untuknya.

Lalu Orang-orangan Sawah mendapatkan ide.

"Aku tahu sesuatu yang bisa kamu lakukan untuk membantu kami," teriaknya. "Teman kami, si Singa, tertidur pulas di padang poppy. Apakah kami bisa membantu kami untuk memindahkan dia?"

Pria Kaleng tidak bisa mengerti bagaimana seekor tikus kecil bisa memindahkan seekor Singa yang besar. Tapi Ratu dari Tikus Ladang memberitahunya bahwa dia adalah ratu dari ribuan tikus. Dia memberikan sinyal, dan dalam beberapa menit mereka dikelilingi oleh tikus-tikus ladang. Mereka datang dari berbagai arah. Ada tikus yang besar, tikus yang kecil, dan tikus berukuran sedang. Semua membawa sehelai benang di mulutnya.

Pria Kaleng dan Orang-orangan Sawah bekerja dengan sangat cepat, dan tidak lama kemudian mereka telah membuat sebuah gerobak yang terbuat dari cabang-cabang pohon. Mereka dengan hati-hati menalikan satu ujung dari setiap benang ke sekeliling leher masing-masing tikus, dan menalikan ujung lainnya ke gerobak itu. Ketika semua tikus sudah terikat ke gerobak itu, mereka dapat dengan mudah menariknya.
Pria Kaleng dan Orang-orangan Sawah duduk di gerobak kayu itu, sementara para tikus menarik mereka ke padang poppy.

Tidak lama kemudian mereka menemukan si Singa. Mereka berhasil menaikkannya ke atas gerobak, tapi mereka harus bekerja keras karena Singa sangat berat. Lalu dengan bantuan Orang-orangan Sawah dan Pria Kaleng, para tikus berhasil menarik gerobak itu keluar dari padang poppy.

Sekarang, Dorothy dan Toto sudah terbangun, dan mereka sangat senang melihat teman mereka si Singa sedang ditarik keluar dari bunga-bunga yang mematikan itu.

Ratu dari Tikus Ladang membungkuk memberikan hormat, lalu dengan suaranya yang mendecit berkata:

"Selamat tinggal, dan jika kalian membutuhkan kami lagi, keluarlah ke padang rumput dan panggil lah, kami akan mendengar dan menolong kalian sebisa kami - selamat tinggal..."
Chapter 8 Kota Zamrud

Pagi berikutnya, tepat setelah matahari terbit, Dorothy dan teman-temannya mulai melanjutkan perjalanan mereka. Mereka melihat cahaya berwarna hijau yang indah di langit.

"Itu pasti Kota Zamrud," kata Dorothy.

Ketika mereka berjalan, cahaya hijau itu menjadi semakin terang dan semakin terang. Kelihatannya akhirnya mereka sampai pada akhir dari perjalanan mereka.

Akhirnya, mereka sampai pada akhir dari Jalan Bata Kuning. Di depan mereka berdiri lah sebuah gerbang besar yang dihiasi dengan batu zamrud. Batu-batu itu berkilauan di bawah sinar matahari.

Di samping gerbang itu ada sebuah bel. Dorothy membunyikan bel itu, dan gerbang besar itu membuka dengan perlahan. Di dalamnya ada sebuah ruangan besar yang tertutupi oleh batu-batu zamrud yang gemerlap. Seorang pria kecil berdiri di dalam ruangan itu. Dia berpakaian serba hijau. Di sampingnya ada sebuah kotak besar berwarna hijau. Dia bertanya kepada Dorothy dan teman-temannya kenapa mereka datang ke Kota Zamrud.

"Kami datang ke sini untuk bertemu dengan Penyihir Oz," kata Dorothy.

Pria itu sangat terkejut dengan jawaban itu, sampai-sampai dia harus duduk untuk berpikir dahulu.
"Sudah bertahun-tahun lamanya sejak terakhir kali ada yang datang untuk menemui Penyihir Yang Hebat," katanya. "Aku harap urusan kalian penting, karena jika kalian datang ke sini untuk urusan yang tidak penting, dia mungkin akan marah dan menghancurkan kalian semua."

Tapi Orang-orangan Sawah meyakinkannya bahwa mereka datang untuk urusan yang penting.

Pria kecil itu lalu menjelaskan bahwa dia adalah Penjaga Gerbang itu, dan hanya dia yang bisa mengantarkan mereka untuk menemui Oz Yang Hebat. Tapi sebelum mereka bisa memasuki kota yang indah itu, semua harus memakai kacamata hijau. Penjaga Gerbang menjelaskan bahwa kacamata itu akan mencegah supaya mereka tidak terbutakan oleh cahaya Kota Zamrud yang sangat terang. Dia dengan hati-hati membuka kotak itu, dan memakaikan kacamata kepada semuanya, bahkan kepada Toto yang kecil juga. Akhirnya, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang Kota Zamrud.
Chapter 9 Oz Yang Hebat

Walaupun mata mereka dilindungi oleh kacamata hijau, Dorothy dan teman-temannya terpukau oleh kota yang indah itu. Jalanan dihiasi dengan rumah-rumah bagus yang berjajar, yang semuanya terbuat dari batu marmer hijau dan ditaburi dengan zamrud yang berkilau.

Di sana ada banyak orang - pria, wanita, dan anak-anak, semuanya berpakaian hijau. Ada beberapa toko yang buka, dan Dorothy melihat bahwa semua yang ada di dalamnya berwarna hijau. Ada permen hijau, kue hijau, dan bahkan beberapa gelas limun hijau. Semua orang tampak bahagia dan nyaman di Kota Zamrud.

Penjaga Gerbang memimpin mereka menyusuri jalanan sampai mereka tiba di sebuah bangunan besar yang terletak tepat di tengah kota itu. Itu adalah Istana Oz. Di depan pintu ada seorang tentara. Dia memakai seragam berwarna hijau, dan mempunyai jenggot panjang berwarna hijau.

"Ini adalah orang-orang asing itu," kata Penjaga Gerbang, "dan mereka ingin bertemu dengan Oz Yang Hebat."

Tentara itu meminta semuanya untuk mengikutinya masuk ke dalam istana. Lalu dia meminta mereka untuk menunggu sementara dia menyampaikan pesan mereka ke Oz Yang Hebat.

Mereka harus menunggu untuk waktu yang cukup lama sampai tentara itu kembali. Ketika dia akhirnya kembali, Dorothy bertanya:
"Apakah kamu melihat Oz?"

"Oh, tidak," jawab tentara itu. "Aku belum pernah melihatnya. Tapi aku berbicara dengannya sementara dia duduk di belakang sebuah layar. Aku sudah memberikan pesanmu kepadanya. Dia berkata bahwa dia akan berbicara dengan kalian semua. Tapi dia hanya akan bertemu satu dari kalian setiap harinya. Jadi kalian harus tinggal di sini di istana ini untuk beberapa hari. Aku akan mengantarkan kalian ke kamar-kamar kalian."

Pagi berikutnya, seorang wanita muda yang berpakaian serba hijau datang untuk menemui Dorothy. Dia memberi Dorothy sebuah gaun hijau yang cantik, dan bahkan mengikatkan dasi kupu-kupu hijau ke leher Toto. Lalu wanita itu mengajak Dorothy dan Toto ke Ruang Tahta dari Istana itu untuk menemui Oz.

Setelah menunggu selama beberapa menit, sebuah bel berbunyi. Dorothy berjalan masuk ke dalam Ruang Tahta. Ruangan ini sangat besar, dan semua temboknya ditaburi dengan zamrud yang berkilau. Di tengah ruangan itu ada sebuah tahta besar. Bentuknya seperti sebuah kursi, dan dihiasi dengan batu permata. Di tengah kursi itu ada sebuah Kepala besar. Tapi, tidak ada tubuhnya, atau lengannya, atau kakinya untuk menyangga Kepala itu. Kepala itu berdiri sendiri.

Dorothy melihat ke arah Kepala yang besar itu dengan rasa takut dan ingin tahu. Mata di kepala itu bergerak perlahan dan mulutnya bergerak. Lalu terdengar suara yang berkata:

"Aku adalah Oz Yang Hebat dan Mengerikan. Siapa kamu dan kenapa kamu ada di sini?"
Dorothy ketakutan, tapi entah bagaimana dia berani menjawab.

"Aku adalah Dorothy, dan aku datang untuk memintamu untuk membantuku kembali ke rumahku di Kansas."

Mata kepala itu melihat ke arahnya selama beberapa menit, lalu suara itu berkata:

"Di mana kamu mendapatkan sepatu perak itu, dan tanda apa itu yang ada di dahimu?"

Dorothy menjelaskan bahwa sepatunya dulunya merupakan milik Penyihir Jahat dari Timur, dan tanda yang ada di dahinya adalah ciuman magis dari Penyihir Baik dari Utara.

Mata kepala itu memperhatikan dia dengan seksama. Mereka berkedip tiga kali, lalu meloncat ke atas ke langit-langit, dan turun ke lantai dan menggelinding sehingga mereka bisa melihat ke seluruh ruangan. Lalu Oz Yang Hebat siap untuk memberikan jawabannya:

"Jika kamu mau aku membantumu kembali ke Kansas, kamu harus melakukan sesuatu untukku terlebih dahulu. Kamu harus membunuh Penyihir Jahat dari Barat."

Dorothy mulai menangis.
"Aku belum pernah membunuh apapun dengan sengaja," jelasnya. "Dan bahkan jika aku ingin membunuh Penyihir Jahat itu pun, aku tidak tahu bagaimana caranya."

Tapi Oz Yang Hebat hanya berkata:

"Itu lah jawabanku. Sebelum Penyihir Jahat itu mati, kamu tidak akan pulang kembali ke Kansas. Ingatlah bahwa Penyihir Jahat itu sangat jahat dan harus dibunuh. Sekarang pergilah, dan jangan kembali sampai dia mati."

Dengan bersedih Dorothy meninggalkan Ruang Tahta itu dan menceritakan kepada teman-temannya apa yang telah terjadi. Orang-orangan Sawah, Pria Kaleng, dan Singa merasa sangat sedih, karena mereka tidak bisa menolong Dorothy.

Pagi hari berikutnya, tentara dengan jenggot hijau mengantarkan Orang-orangan Sawah ke Ruang Tahta. Di sana duduklah seorang Wanita Cantik yang mengenakan gaun sutera berwarna hijau dan ditaburi dengan permata. Ada sayap besar berwarna hijau yang tumbuh dari pundaknya.

Orang-orangan Sawah membungkuk untuk memberikan hormat, dan Wanita Cantik itu berkata:

"Aku adalah Oz Yang Hebat. Siapa kamu dan apa yang kamu inginkan?"

Orang-orangan Sawah itu terkejut. Dia berpikir bahwa dia akan menjumpai Kepala yang diceritakan Dorothy kepadanya. Tapi dia menjawab pertanyaan Oz Yang Hebat dan menjelaskan bahwa dia sangat ingin mempunyai otak lebih dari apapun.
Oz kemudian terdiam selama beberapa menit. Lalu dia berkata:

"Aku tidak pernah mengabulkan permintaan tanpa meminta sesuatu sebagai imbalannya. Jika kamu mau membunuh Penyihir Jahat dari Barat, aku akan memberimu otak yang terbaik yang ada di negeri ini. Kamu akan menjadi pria yang paling bijaksana."

Orang-orangan Sawah kebingungan.

"Tapi kamu meminta Dorothy untuk membunuh Penyihir Jahat dari Barat," katanya.

"Memang," jawab Oz. "Aku tidak peduli siapa yang membunuhnya, tapi sebelum dia mati, aku tidak akan mengabulkan permintaanmu."

Orang-orangan Sawah lalu kembali ke teman-temannya. Dia menceritakan kepada mereka bahwa Oz Yang Hebat muncul di ruangan itu sebagai seorang Wanita Cantik, tapi menolak untuk memberinya otak sampai Penyihir Jahat dari Barat dibunuh.

Pagi berikutnya, Pria Kaleng dipanggil ke dalam Ruang Tahta. Kali ini Oz Yang Hebat menampakkan diri sebagai Binatang Mengerikan. Mahluk itu sebesar seekor gajah dan mempunyai kepala seperti seekor badak. Dia mempunyai 5 lengan dan 5 kaki yang panjang. Rambut seperti wol yang tebal menutupi badannya yang besar. Pria Kaleng belum pernah melihat mahluk semengerikan itu.
"Aku adalah Oz Yang Hebat dan Mengerikan," kata Binatang itu. "Siapa kamu dan apa yang kamu inginkan?" Pria Kaleng menjelaskan bahwa dia ingin mempunyai hati, sehingga dia bisa mencintai.

Oz hanya menunggu satu menit saja sebelum menjawab. Dia menjelaskan kepada Pria Kaleng bahwa dia akan menerima hati yang bagus jika dia membantu Dorothy dan Orang-orangan Sawah untuk membunuh Penyihir Jahat dari Barat.

Pria Kaleng membungkuk untuk memberikan hormat dan dengan perlahan meninggalkan Ruang Tahta. Ketika dia kembali ke teman-temannya, dengan sedih dia menceritakan apa yang telah dikatakan oleh Oz kepadanya.

Pagi hari berikutnya adalah giliran Singa untuk berbicara dengan Oz Yang Hebat.

Ketika dia masuk ke dalam Ruang Tahta, dia berharap akan bertemu dengan Kepala Besar, Wanita Cantik, atau Binatang Yang Mengerikan. Tapi dia tidak melihat itu semua. Tapi, dia melihat sesuatu yang mengejutkannya, yaitu sebuah Bola Api yang besar. Bola Api itu sangat menakutkan dan bercahaya sampai-sampai Singa hampir tidak mampu melihat ke arahnya. Saat Singa bergeser untuk menghindari panasnya api itu, dia mendengar suara yang berkata:

"Aku adalah Oz Yang Hebat dan Mengerikan. Siapa kamu dan apa yang kamu inginkan?"

Singa yang ketakutan itu lalu menjawab:
"Aku adalah Singa yang pengecut, dan takut kepada apapun. Aku datang untuk memohon kepadamu untuk memberi aku keberanian supaya aku bisa menjadi Raja Para Hewan."

Bola Api itu diam selama beberapa saat, kemudian suara itu berkata:

"Bawakan bukti bahwa Penyihir Jahat Dari Barat sudah mati, dan aku akan memberimu keberanian."

Singa itu marah kepada Oz Yang Hebat, tapi dia terlalu takut untuk berkata apapun. Dia lalu berlari keluar dari ruangan itu dan menemui teman-temannya.

Setelah Singa bercerita kepada Dorothy apa yang telah terjadi, dia melihat kepadanya dengan sedih.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanyanya.

"Hanya ada satu hal yang bisa kita lakukan," jawab Singa itu, "dan itu adalah pergi ke Negeri para Winkies, di mana Penyihir Jahat itu tinggal, dan menghancurkan dia."

"Tapi bagaimana jika kita tidak bisa menghancurkan dia?" tanya Dorothy.

"Aku tidak akan pernah mempunyai keberanian," kata Singa itu.

"Dan aku tidak akan pernah mempunyai hati," jawab Pria Kaleng.

"Dan aku tidak akan pernah mempunyai otak," kata Orang-orangan Sawah.
"Dan aku tidak akan pernah bertemu dengan Bibi Em dan Paman Henry lagi," tangis Dorothy. Keempat sahabat itu lalu berpikir untuk waktu yang lama.

"Aku pikir kita harus mencobanya, tapi aku yakin aku tidak ingin membunuh siapapun, bahkan untuk bertemu dengan Bibi Em lagi sekalipun," kata Dorothy.

Lalu Dorothy dan teman-temannya memutuskan untuk memulai perjalanan mereka pada pagi hari berikutnya.
Chapter 10 Pencarian Penyihir Jahat

Dorothy dan teman-temannya diantarkan ke pintu gerbang Kota Zamrud. Penjaga Gerbang melepas kacamata hijau mereka, dan menaruhnya kembali ke dalam kotak hijau. Dia mendoakan mereka supaya berhasil dan mengingatkan Dorothy bahwa Penyihir Jahat itu sangat kejam dan akan mencoba untuk memperbudak mereka.

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Penjaga Gerbang, mereka mulai berjalan ke arah Barat. Tidak lama kemudian sinar matahari yang panas membuat Dorothy dan Singa kelelahan. Mereka berbaring di rumput yang sejuk dan tertidur, sementara Pria Kaleng dan Orang-orangan Sawah tetap berjaga.

Ketika Dorothy dan Singa sedang tidur, Penyihir Jahat dari Barat mengawasi mereka. Dia hanya mempunyai satu mata, tapi mata itu sekuat teleskop, dan dia bisa melihat segalanya. Jadi, sambil duduk di samping pintu istananya, dia sebenarnya sedang melihat-lihat ke sekitar, dan dia melihat Dorothy sedang tidur dengan teman-temannya di sampingnya.

Penyihir Jahat itu marah karena melihat mereka di negerinya. Dia lalu meniup peluit perak yang tergantung di lehernya.

Beberapa detik kemudian, segerombolan serigala berlari mendatanginya. Mereka mempunyai kaki yang panjang, mata yang menakutkan, dan gigi yang runcing.

 
"Pergilah ke orang-orang itu" kata Penyihir itu, " dan robek-robek mereka."

"Kamu tidak akan membuat mereka menjadi budakmu?" tanya Pimpinan Serigala.

"Tidak," jawab Penyihir Jahat, "satu terbuat dari kaleng, satu terbuat dari jerami, satu gadis kecil, dan satu lagi seekor Singa. Tidak ada satupun dari mereka yang cocok untuk bekerja, jadi kamu boleh merobek-robek mereka."

"Baiklah," kata Serigala. Dia lalu berlari dengan kecepatan penuh bersama dengan gerombolannya.

Tapi Orang-orangan Sawah dan Pria Kaleng tidak tidur, dan mereka mendengar suara serigala-serigala itu datang.

Pria Kaleng mengambil kapaknya, dan saat Pimpinan Serigala berlari ke arahnya, dia mengayunkan lengannya dan memotong kepala serigala itu. Satu demi satu serigala yang mendekatinya lalu dia bunuh dengan kapaknya yang tajam. Tidak lama kemudian empat puluh ekor serigala terbaring mati dalam tumpukan yang besar.

Ketika Penyihir Jahat melihat apa yang telah dilakukan oleh Pria Kaleng, dia menjadi lebih marah dari sebelumnya. Lalu dia meniup peluit peraknya dua kali.

 


Beberapa menit kemudian, sekawanan besar burung gagak liar terbang mendekatinya.

Penyihir Jahat berkata kepada Raja Gagak:

"Segera terbang ke orang-orang asing itu dan patuk mata mereka keluar dan robek-robek mereka."

Burung-burung gagak liar itu terbang ke arah Dorothy dan teman-temannya. Ketika dia melihat mereka datang, Dorothy ketakutan.

Tapi Orang-orangan Sawah berkata,

Ini adalah pertarunganku. Berbaringlah di sampingku dan kamu akan aman."

Lalu semuanya kecuali Orang-orangan Sawah berbaring di tanah. Orang-orangan Sawah berdiri dan mengulurkan tangannya. Ketika para burung gagak melihatnya, mereka ketakutan dan tidak berani mendekat.

Tapi Raja Gagak berkata:

"Itu hanyalah orang-orangan berisi jerami. Aku akan mematuk matanya keluar."

Raja Gagak terbang ke arah Orang-orangan Sawah, yang lalu menangkapnya dan memuntir lehernya sampai mati. Satu demi satu burung gagak yang terbang ke arah Orang-orangan Sawah dipuntir lehernya. Tidak lama kemudian empat puluh burung gagak terbaring mati di sampingnya.
Ketika Penyihir Jahat melihat bahwa semua burung gagaknya terbaring mati menjadi satu tumpukan, dia menjadi sangat marah dan meniup peluit peraknya tiga kali.

Kali ini segerombolan besar lebah yang terbang mendatanginya. Penyihir Jahat menyuruh lebah-lebah itu untuk menyengat Dorothy dan teman-temannya sampai mati.

Tapi Orang-orangan Sawah melihat lebah-lebah itu berdatangan. Dia menyebarkan jeraminya di atas Dorothy, Toto, dan Singa. Lalu, lebah-lebah itu terbang ke arah Pria Kaleng, dan alat penyengat mereka putus karena terkena kaleng yang keras. Pria Kaleng tidak terluka, tapi semua lebah itu mati. Tubuh-tubuh mereka berserakan di padang itu.

Penyihir Jahat sangat marah ketika dia melihat semua lebahnya terbaring mati membentuk tumpukan kecil. Dia menghentakkan kakinya dan mencabut rambutnya sendiri dan menggertakkan giginya. Dia lalu memanggil lusinan budaknya, yang merupakan para Winkies, dan memberi mereka semua tombak yang tajam. Dia menyuruh mereka untuk menemukan para orang asing itu dan menghancurkan mereka.

Para Winkies bukanlah orang-orang yang pemberani, tapi mereka terpaksa menuruti Penyihir Jahat itu. Lalu mereka pun berangkat.

Ketika Singa melihat mereka datang, dia mengaum dengan keras. Para Winkies yang malang itu sangat ketakutan, dan semua lari tunggang-langgang secepat yang mereka bisa.

Ketika Penyihir Jahat melihat hal itu, dia kemudian memutuskan apa yang akan hendak dia lakukan.
Dia membuka lemari dan mengambil Topi Emasnya. Topi ini mempunyai sihir yang spesial. Siapapun yang memilikinya dapat memanggil Monyet-monyet Bersayap sebanyak tiga kali. Mahluk-mahluk itu akan menuruti apapun perintah yang diberikan kepada mereka. Tapi tidak ada yang bisa memerintah mereka sebanyak lebih dari tiga kali. Penyihir Jahat sudah memakai sihir topi itu sebanyak dua kali, jadi ini adalah kesempatan terakhirnya.

Dia memakai Topi Emas itu di kepalanya dan berdiri di atas kaki kirinya. Dia lalu mengucapkan sihir rahasia. Tidak lama kemudian, langit menjadi gelap dan suara gaduh terdengar. Beberapa menit kemudian, Penyihir Jahat itu dikelilingi oleh segerombolan monyet dengan sayap yang besar dan kuat di pundak mereka.

Penyihir Jahat memerintah Monyet-monyet Bersayap untuk menghancurkan orang-orang asing itu, kecuali Singa karena dia ingin membuatnya menjadi budaknya.

"Perintahmu akan kami patuhi," kata pimpinan Monyet Bersayap, dan mereka pun terbang pergi.

Ketika mereka menemukan Pria Kaleng, mereka menyambarnya dan membawanya terbang ke udara. Ketika mereka berada di atas batu-batu yang tajam, mereka menjatuhkan Pria Kaleng yang malang itu. Dia terjatuh jauh ke bawah ke bebatuan yang tajam itu, di mana dia lalu terbaring dalam kondisi yang sangat rusak sampai tidak bisa bergerak lagi. 
Monyet-monyet Terbang yang lainnya menangkap Orang-orangan Sawah, dan dengan jari-jari mereka yang panjang mereka mengeluarkan semua jerami dari dalam baju dan kepalanya. Mereka membuat topi, sepatu, dan baju Orang-orangan Sawah menjadi sebuah bundel kecil dan melemparkannya ke atas dahan-dahan sebuah pohon yang tinggi.

Setelah mereka melakukan semua itu, para Monyet melemparkan potongan-potongan tali ke sekeliling Singa, dan membuat banyak ikatan di sekeliling badan, kepala, dan kakinya. Ketika mereka sudah yakin bahwa dia tidak bisa lagi menggigit atau mencakar, mereka mengangkatnya dan membawanya terbang ke istana Penyihir Jahat. Di istana itu, dia lalu ditaruh di sebuah halaman kecil dengan pagar besi yang tinggi, sehingga dia tidak bisa melarikan diri.

Tapi Dorothy sama sekali tidak dilukai. Dia berdiri dengan Toto di pelukannya dan melihat apa yang dilakukan oleh Monyet-monyet itu kepada teman-temannya. Pimpinan Monyet Bersayap terbang mendekatinya. Lengannya yang panjang dan berbulu berusaha menjangkaunya, dan wajahnya yang jelek menyeringai dengan menakutkan. Tapi ketika dia melihat tanda dari ciuman Penyihir Baik di dahi Dorothy, dia berhenti dan berkata kepada yang lainnya supaya tidak menyentuh anak itu.

"Kita tidak boleh melukai gadis kecil ini," katanya, "karena dia dilindungi oleh Kekuatan Kebaikan, dan ini lebih besar dibandingkan Kekuatan Jahat. Yang bisa kita lakukan hanyalah membawa dia ke istana Penyihir Jahat dan meninggalkan dia di sana." 
Lalu, mereka dengan hati-hati mengangkat Dorothy dengan tangan mereka dan membawa dia ke istana.

Penyihir Jahat terkejut dan khawatir saat dia melihat tanda di dahi Dorothy. Dia tahu bahwa dia tidak bisa melukai gadis itu dengan cara apapun. Ketika dia melihat Sandal Perak yang dipakai oleh Dorothy, dia mulai gemetar ketakutan, karena dia tahu sihir apa yang dimiliki oleh sepatu itu.

Tapi Penyihir Jahat itu juga sangat cerdik. Dia tahu bahwa Dorothy tidak tahu kekuatan yang dimiliki oleh sandal itu. Penyihir Jahat lalu tertawa dan berpikir, "Aku masih bisa menjadikannya budakku, karena dia tidak tahu bagaimana cara menggunakan kekuatannya." Dia lalu berkata kepata Dorothy:

"Ikutlah bersamaku, dan turuti semua perintahku, karena jika kamu menolak, kamu akan aku akhiri seperti yang sudah aku lakukan kepada Pria Kaleng dan Orang-orangan Sawah."

Dia menggiring Dorothy masuk ke istana sampai mereka tiba di dapur. Di tempat itu, Penyihir menyuruh Dorothy untuk membersihkan panci dan wajan, menyapu lantai, dan membuat api tetap menyala dengan menambahkan kayu bakar yang berat.
Ketika Dorothy sedang sibuk bekerja keras, Penyihir Jahat itu pergi ke halaman untuk mengikat Singa dengan tali kekang seperti seekor kuda. Dia ingin supaya Singa itu menarik gerobaknya dan mengantarkan dia kemanapun dia ingin pergi. Tapi ketika dia membuka gerbang, Singa mengaum dengan sangat keras dan menggeram kepadanya dengan sangat menakutkan sehingga Penyihir Jahat itu ketakutan dan berlari keluar lalu menutup gerbang itu lagi.

"Jika aku tidak bisa mengikatmu dengan tali kekang," kata Penyihir Jahat itu, "Aku bisa membuatmu mati kelaparan. Kamu tidak akan diberi makan sampai kamu menuruti kemauanku."

Setelah itu dia tidak memberikan makanan untuk Singa yang terpenjara itu. Setiap hari dia datang ke gerbang pada tengah hari dan bertanya, "Apakah kamu sudah siap untuk diikat dengan tali kekang seperti seekor kuda?"

Dan Singa menjawab, "Tidak, jika kamu masuk ke halaman ini, kamu akan kugigit."

Singa tidak perlu menuruti permintaan Penyihir Jahat itu karena setiap malam, ketika Penyihir Jahat sedang tidur, Dorothy membawakan makanan yang diambilnya dari lemari untuknya. Setelah dia makan, Dorothy duduk di sampingnya, dan mereka membicarakan tentang masalah mereka, serta berusaha membuat rencana untuk melarikan diri. Tapi mereka tidak bisa menemukan cara untuk keluar dari istana itu, karena istana itu selalu dijaga oleh Winkies Kuning, yang merupakan budak dari Penyihir Jahat itu, dan terlalu takut untuk tidak mentaati perintahnya.
Dorothy bekerja dengan sangat keras pada siang hari, dan hidupnya menjadi menyedihkan. Dia tahu bahwa akan sangat sulit baginya untuk kembali ke Kansas. Terkadang dia menggendong Toto kecil dan menangis dengan sedih.

Sekarang Penyihir Jahat sangat ingin memiliki sandal perak milik Dorothy. Dia tahu bahwa kekuatan sandal itu akan membuatnya semakin jahat dan semakin ditakuti lagi. Dia memperhatikan Dorothy dengan seksama untuk melihat apakah dia pernah melepas sandalnya, dan berpikir untuk mencurinya. Tapi Dorohty hanya melepas sandalnya ketika dia mandi di malam hari. Penyihir Jahat itu terlalu takut kepada gelap, sehingga dia tidak berani masuk ke kamar Dorothy pada malam hari untuk mengambil sandalnya. Dan rasa takutnya kepada air jauh lebih besar dibandingkan rasa takutnya kepada kegelapan, sehingga dia tidak pernah mendekati Dorothy saat dia sedang mandi. Penyihir Jahat itu tidak pernah menyentuh air dan tidak pernah membiarkan dirinya terkena air.

Tapi Penyihir Jahat itu sangat cerdik, dan dia membuat sebuah trik supaya dia bisa mengambil sandal perak milik Dorothy. Dia menempatkan sebuah batang besi di tengah-tengah lantai dapur. Dia lalu menggunakan sihirnya untuk membuat batang besi itu menjadi tidak terlihat. Dengan begitu, dia tahu bahwa Dorothy akan tersandung dan sandalnya lepas.

Tapi ketika Dorothy tersandung batang besi yang tidak terlihat itu, hanya satu sandal yang lepas dari kakinya. Penyihir Jahat itu lalu dengan cepat mengambilnya dan memakainya. Ketika Dorothy melihat hal itu, dia menjadi sangat marah dan berkata, "Kembalikan sandalku!"
"Aku tidak akan mengembalikannya," tawa Penyihir Jahat itu. "Sekarang ini adalah sandalku, bukan sandalmu. Dan suatu hari nanti aku juga akan mengambil yang satu lagi darimu."

Ini membuat Dorothy sangat marah. Dia lalu mengambil seember air yang biasanya dia pakai untuk mengepel lantai, dan melemparkannya ke arah Penyihir Jahat.

Penyihir Jahat langsung berteriak keras, dan saat Dorothy melihatnya dengan keheranan, dia mulai menyusut dan meleleh.

"Lihat apa yang telah kamu lakukan!" teriaknya.

"Dalam satu menit aku akan meleleh."

"Aku sangat menyesal," kata Dorothy, yang sangat ketakutan melihat Penyihir Jahat itu meleleh hancur seperti gula merah.

Dalam beberapa menit Penyihir Jahat berubah menjadi benda berwarna coklat yang meleleh dan tidak berbentuk, dan mulai tersebar di lantai dapur. Yang tertinggal hanyalah sandal perak yang tadi diambilnya. Dorothy mengambilnya, membersihkannya, dan kembali memakainya.

Lalu, setelah akhirnya bebas, Dorothy lari keluar untuk memberitahu Singa bahwa Penyihir Jahat itu akhirnya sudah binasa, dan mereka sudah bukan lagi tawanan di negeri yang aneh itu.
Chapter 11 Penyelamatan

Singa sangat gembira ketika mendengar bahwa Penyihir Jahat sudah meleleh hancur, dan Dorothy membuka kunci gerbang penjaranya dan membebaskannya. Setelah itu, Dorothy mengumpulkan para Winkies dan memberitahu mereka bahwa mereka sudah bukan lagi budak.

Para Winkies sangat gembira, karena mereka sudah terpaksa bekerja selama bertahun-tahun. Mereka membuat hari kebebasan mereka menjadi hari libur dan menghabiskannya untuk makan dan menari.

"Seandainya saja teman-teman kita Orang-orangan Sawah dan Pria Kaleng ada di sini bersama kita," kata Singa, "Aku akan benar-benar gembira."

Tidak kah kamu pikir ada suatu cara untuk menyelamatkan mereka?" tanya Dorothy.

"Kita bisa mencoba," jawab Singa.

Mereka lalu memanggil para Winkies dan meminta mereka untuk menyelamatkan teman-teman mereka. Para Winkies berkata bahwa mereka akan sangat senang untuk melakukan sesuatu untuk Dorothy karena dia sudah membebaskan mereka semua. Lalu, sekelompok Winkies menjelajahi daerah itu seharian, hingga keesokan harinya, sampai mereka tiba di dataran berbatu di mana Pria Kaleng terbaring, dengan kondisi babak belur dan penyok. Kapaknya ada di sampingnya, tapi sudah berkarat dan pegangannya patah.
Para Winkies mengangkatnya dan membawanya kembali ke istana. Ketika mereka sampai di istana Dorothy bertanya kepada mereka apakah ada di antara mereka yang tukang pateri. Ternyata ada beberapa dari para Winkies itu yang merupakan tukang pateri yang ahli. Tidak lama kemudian mereka datang ke istana dengan keranjang-keranjang berisi berbagai peralatan. Mereka memeriksa Pria Kaleng dengan seksama, kemudian berkata kepada Dorothy bahwa mereka pikir mereka bisa memperbaikinya sehingga dia bisa menjadi sebagus dulu lagi.

Para Winkies bekerja selama tiga hari tiga malam. Mereka memalu, memuntir, dan menumbuk kaki, badan, dan kepala Pria Kaleng. Akhirnya dia telah selesai diperbaiki dan kembali ke bentuknya semula, dan persendiannya bekerja dengan sangat baik.

Ketika akhirnya dia berjalan ke kamar Dorothy dan berterima kasih kepadanya karena telah menyelamatkannya, dia sangat senang sehingga menangis yang merupakan tangis gembira. Dorothy dan Singa sangat gembira bertemu dengan teman mereka itu sehingga mereka menari dan merayakannya sepanjang hari.

"Seandainya saja Orang-orangan Sawah ada bersama kita lagi," kata Pria Kaleng, "Aku akan benar-benar gembira."
"Kita harus mencoba untuk menemukan dia" kata Dorothy. Lalu dia memanggil para Winkies untuk membantunya, dan mereka menjelajahi daerah sekitar sepanjang hari, dan juga keesokan harinya, sampai mereka menemukan pohon tinggi di mana para Monyet Bersayap telah membuang pakaian Orang-orangan Sawah. Pria Kaleng dengan cepat memotong pohon tinggi itu, lalu Dorothy dan para Winkies membawa pakaian Orang-orangan Sawah kembali ke istana. Segera setelah mereka masuk ke istana, para Winkies mulai mengisi baju itu dengan jerami yang bagus dan bersih. Tidak lama kemudian Orang-orangan Sawah sudah berdiri di depan mereka, dalam kondisi yang sangat baik! Dia berterima kasih kepada mereka berulang kali karena telah menyelamatkannya.

Sekarang setelah mereka bersatu kembali, Dorothy dan teman-temannya menghabiskan hari-hari yang bahagia di istana itu, di mana mereka bisa menemukan apapun yang mereka perlukan untuk membuat diri mereka nyaman.

Tapi setelah beberapa hari, mereka memutuskan bahwa waktunya telah tiba untuk kembali ke Oz dan meminta hal-hal yang telah dijanjikan kepada mereka.

Lalu mereka mengucapkan selamat tinggal kepada para Winkies dan mengemasi makanan serta selimut untuk perjalanan mereka kembali ke Kota Zamrud.
Chapter 12 Monyet-monyet Bersayap

Pagi hari berikutnya, Dorothy dan teman-temannya memulai perjalanan mereka menuju Kota Zamrud. Mereka telah berjalan jauh dan tetap belum bisa melihat tanda-tanda Kota Zamrud. Dan karena mereka telah dibawa ke istana oleh para Monyet Bersayap, mereka tidak terlalu yakin ke arah mana mereka harus berjalan.

Beberapa hari telah berlalu, dan mereka masih belum melihat apapun selain ladang-ladang dan hutan. Orang-orangan Sawah mulai mengeluh.

"Kita pasti sudah kehilangan arah," katanya, "dan jika kita tidak menemukannya kembali pada waktunya untuk mencapai Kota Zamrud, aku tidak akan mendapatkan otakku."

"Dan aku juga tidak akan mendapatkan hatiku," kata Pria Kaleng.

"Dan aku juga tidak mempunyai keberanian untuk tetap berjalan selamanya, tanpa sampai ke manapun juga," kata Singa.

Dorothy duduk di rerumputan untuk berpikir.

"Mungkin kalau kita memanggil para tikus ladang," usulnya, "mereka mungkin bisa memberitahu kita arah ke Kota Zamrud."

"Mereka pasti bisa!" teriak Orang-orangan Sawah. "Kenapa kita tidak terpikirkan hal itu sebelumnya?"
Dorothy meniup peluit yang diberikan oleh Ratu Tikus Ladang kepadanya. Beberapa menit kemudian mereka mendengar suara langkah kaki-kaki kecil, dan ada banyak tikus kecil berwarna abu-abu yang mendatanginya. Ratu Tikus Ladang sendiri yang mendekati Dorothy.

"Apa yang bisa aku lakukan untuk teman-temanku?" cicitnya."

"Kami telah kehilangan arah," jawab Dorothy.

"Bisakah kalian memberitahu kami di mana letak Kota Zamrud?"

"Tentu saja," jawab Ratu Tikus Ladang, "tapi letaknya sangat jauh, karena kalian selama ini telah berjalan ke arah yang sebaliknya." Dia lalu melihat Topi Emas yang dimiliki oleh Dorothy, dan menyarankan supaya dia menggunakan Topi Emas itu untuk memanggil para Monyet Bersayap, yang bisa membawa mereka semua ke Kota Zamrud.

Lalu Dorothy mengucapkan mantera yang tertulis di bagian dalam Topi Emas itu. Beberapa menit kemudian dia mendengar suara kepakan sayap, dan segerombolan Monyet Bersayap terbang mendekatinya. Raja Monyet Bersayap membungkuk memberikan hormat kepada Dorothy, dan bertanya:

"Apa perintahmu?"
Dorothy menjelaskan bahwa mereka telah kehilangan arah, dan meminta untuk dibawa ke Kota Zamrud. Tidak lama kemudian, para Monyet mengangkat Dorothy, Toto, Pria Kaleng, Orang-orangan Sawah, dan Singa, dan membawa mereka dengan tangan mereka yang panjang dan berbulu menuju ke Kota Zamrud.

Perjalanan itu sangat singkat. Ketika mereka sampai di gerbang Kota Zamrud, para Monyet Bersayap menurunkan mereka dengan hati-hati. Kemudian, Raja Monyet Bersayap membungkuk memberikan hormat kepada Dorothy, lalu terbang pergi, diikuti oleh gerombolannya.

"Itu tadi adalah tumpangan yang mengasyikkan," kata Dorothy.

"Ya, dan jalan pintas yang singkat untuk mengatasi masalah kita," jawab Singa. "Untung saja kamu ingat untuk membawa Topi Emas itu!"